Kamis, 11 Mei 2017

Surat Terbuka untuk para Romo & Suster di Sekolah-Sekolah se-Indonesia

Romo dan Suster yang saya hormati,

Saya F.X. Kadiaman, seorang Katholik sejak lahir. Saya taat akan ajaran yang diajarkan oleh agama saya dan saya cinta NKRI.

Saya mohon untuk para romo dan suster di sekolah sekolah untuk tidak memaksakan ego kalian, tidak memaksakan kepentingan segelintir orang.

Saya mohon jangan rusak anak-anak kami dengan dongeng yang menyesatkan, kalau kalian cinta dengan agama kita dan NKRI ini mohon jangan memaksakan ego dan kepentingan segelintir orang kepada anak-anak kami.

Saya terkaget ketika malam hari sepulang kerja, anak perempuan saya yang duduk di bangku SMP mengajak saya untuk mendoakan Ahok agar Ahok terlepas dari jeratan hukum, "Papi ayo doakan Pak Ahok anak Tuhan yang sedang di mendapat cobaan iblis".

Sontak, saya bertanya, "Siapa yang mengajarkanmu. Nak"? 

Anak saya menjawab. "Hari ini di sekolah suster mengajak kita semua mendoakan Pak Ahok agar terlepas dari cobaan Iblis".

Anak-anak kami tidak tahu apa itu politik. Mengapa kalian melibatkan anak sekolah untuk urusan Ahok? Apa mereka kenal dengan Ahok? Ya mungkin mereka tau Ahok dari media yang ada. Siapa yang tidak tahu kalau media sekarang tidak netral alias sudah menjadi suatu partisan seorang yang maju dalam ajang politik.

Tapi apakah Ahok Anak Tuhan seperti yang kalian ceritakan??

Apakah Anak Tuhan berbicara kotor di publik?

Apakah Anak Tuhan menindas kaum yang lemah dan berpihak kepada kartel?

Apakah Anak Tuhan Korupsi?

Ketika seorang katholik tidak mendukung Ahok apakah itu berarti dia melanggar ajaran Tuhan?

Saya tidak mau terjebak dengan logika bodoh yang disampaikan beberapa pemimpin agama kalau ahok anak tuhan dsbnya.

Para romo dan suster yang sangat saya hormati,

ini bukan urusan agama ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama ataupun Ras!!! Ini masalah 1 orang bernama Ahok yang menistakan agama lain dan 1 orang manusia biasa ini juga memiliki tabiat yang buruk. Maka jangan bodohi anak-anak kami dengan menyebut dia anak Tuhan.

Coba kalian renungkan kasus-kasusnya:

- indikasi korupsi pengadaan busway
- reklamasi
- sumber waras
- penggusuran bukit duri.

Sebagai pengayom harusnya kalian tidak mengajarkan hal-hal kebohongan kepada para gembala-gembala Tuhan.

Semakin kalian memaksakan ego kalian dan kepentingan segelintir orang, maka kebhinekaan yang kita banggakan semakin jauh, karena apa? Karena akan semakin terlihat bahwa kita hanya ingin golongan kita saja yang paling benar.

Hormatilah keputusan Hakim, kalau kalian tidak puas dengan keputusan Hakim, ya itu realitas di Negara kita ini. Tapi pertanyaanya kemana kalian kalau merasa Hukum di Negara ini sudah tidak adil??? 

Apakah hanya karena Ahok divonis 2 tahun penjara, lalu kalian bilang Hukum sudah mati??

Mengapa saat seorang Nenek divonis penjara karena mengambil kayu dan seorang Kakek tua divonis karena menanam singkong kalian diam? 

Apa kalian hanya berpihak kepada kelompok tertentu?

Sekali lagi, saya mohon... anak kami sedang menimba ilmu di sekolah, bukan sedang mendengarkan dongeng. Tolong jaga masa depan anak-anak kami. Biarkan mereka tumbuh kembang dengan kejujuran. 

Mari kita jaga simpul kebhinekaan kita. NKRI harga mati. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Salam,

F.X. Kadiaman

Benda, 10 Mei 2017

Jumat, 10 Maret 2017

Catatan: Reklamasi Teluk Jakarta dari Cina Untuk Cina. “Sebuah Ambisi Kolonisasi Cina”



Melihat ngototnya Ahok, Gubernur DKI, untuk tetap mempertahankan izinnya untuk memberikan keleluasaan pengembang untuk membangun 17 pulau di Utara Jakarta wajib dicurigai sebagai punya niat dan maksud tertentu. Tak mungkin ada niat-niat bisnis semata, dengan berkolusinya penguasa dan pengusaha meski menabrak hukum dan aturan dan abai dan cuek terhadap pendapat pakar dan publik.

Dan sepertinya, Presiden Jokowi, yang teman dekatnya Ahok seolah tidak peduli dengan suara-suara protes dan pelanggaran yang dilakukan oleh Gubernur DKI dalam proses Reklamasi ini. Terbukti sampai detik ini tidak ada suara istana soal ini. Ini perlu dicatat oleh publik.

Sabtu, 04 Maret 2017

Mitos Modernisasi dan Uang di Balik Mega Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Foto udara proyek reklamasi Teluk Jakarta. Sabtu (19/19) | ANTARA

Segala cara dihalalkan agar Mega Proyek Reklamasi Teluk Jakarta bisa digolkan. Salah satu kampanye yang mereka kembangkan adalah dengan menciptakan mitos bahwa Reklamasi Teluka Jakarta dimaksud agar Jakarta jadi kota yang modern dan bersifat kosmopolitan sehingga punya daya tarik bagi investor asing.

Indonesia - Negeri sejuta isu, negeri yang diurus dengan senda gurau

Foto via BBC
DULU, sekitar 2 tahun lebih yang lalu, saya masih melihat dan hidup di sebuah negara di mana pemerintahannya diurus dengan serius meski kita harus jujur mengakui segala kekurangan yang ada waktu itu. Memang tidaklah mudah menjadi seorang presiden dan tidaklah mudah memimpin negara sebesar Republik Indonesia ini. Dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas yang cukup besar untuk mampu memimpin Indonesia, sebuah negara yang serba multi di sudut-sudut kehidupannya.


Kamis, 16 Februari 2017

Catatan Bang Abdullah Hehamahua tentang Antasari dan KPK…

Abdullah Hehamahua


Catatan Bang Abdullah Hehamahua tentang Antasari dan KPK…

Pertama, secara formal, Antasari alumni HMI, tapi bukan kader. Kedua, terpilihnya beliau menjadi komisioner KPK, dipermasalahkan internal KPK. Untuk meyakinkan internal KPK, saya minta pegawai memberi waktu 6 bulan ke Antasari untuk beliau buktikan bahwa dirinya pantas menjadi ketua KPK.

Minggu, 04 September 2016

Lagu Kebangsaan Iran 1933 - 1979

video




video



Sorude Parcam

Ey parcame xoršide Irân
Partow afkan be ruye in jahân
Yâd âvar az ân ruzegâri
Kâsud az barqe tiqat har karân
Dar sâye at jân mifešânim
Az došmanân jân misetânim
Mâ vârese molke kiyânim
Hamiše xâhim vatan râ az del o jân.


Sorude Melli

Budim o hastim peyrove haq
Joz haq hargez naxâhim az jahân
Bâ šahparasti mamlekat râ
Dârim az daste došman dar amân
Mâ peyrove kerdâre nikim
Rowšandel az pendâre nikim
Raxšande az goftâre nikim
Šod zin fazâ'el bolandâvâze Irân.


Sorude Šâhanšâhe

Šâhanšâhe mâ zende bâdâ
Pâyad kešvar be faraš jâvedân
Kaz Pahlavi šod molke Irân
Sad rah behtar ze ahde bâsetân
Az došmanân budi parišân
Dar sâye aš âsude Irân
Irâniyân peyvaste šâdân
Hamvâre Yazdân bovad urâ negahbân.


Translation in English

Flag anthem:

Oh, Sun that shines on Iran's banner,
Shed upon each nation rays strong and fair.
Those days keep in our recollection
When thy flashing sword brought peace everywhere.
We give our lives in thy shade benign,
And take the lives of each enemy.
We are the heirs of Kianis' line;
Oh, beloved land, ever wholly thine are we.


National anthem:

Of Right we've been and still are champions.
What is right is all we ever demand.
Through worship of the King, we ever
From the enemy will guard this our land.
"Good Deeds" the first virtue of our call,
"Good Thoughts" the light our hearts and minds to guide,
And through "Good Speech" shining, one and all,
This is Iran's fame that will echo far and wide.


Imperial anthem:

Long live our King of Kings,
And may his glory make immortal our land
For Pahlavi improved Iran,
A hundredfold from where it once used to stand.
Though once beset by the foemen's rage,
Now it has peace in his keeping sure.
We of Iran, rejoice in every age,
Oh, may God protect him both now and evermore.

Jumat, 29 Juli 2016

Catatan Kelam dari Nusakambangan: Mafia Narkoba

Kesaksian Haris Azhar (KontraS) bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)

Di tengah proses persiapan eksekusi hukuman mati yang ketiga di bawah pemerintahan Joko Widodo, saya menyakini bahwa pelaksanaan ini hanya untuk ugal-ugalan popularitas. Bukan karena upaya keadilan. Hukum yang seharusnya bisa bekerja secara komprehensif menyeluruh dalam menanggulangi kejahatan ternyata hanya mimpi. Kasus Penyeludupan Narkoba yang dilakukan Freddy Budiman, sangat menarik disimak, dari sisi kelemahan hukum, sebagaimana yang saya sampaikan di bawah ini.


Di tengah-tengah masa kampanye Pilpres 2014 dan kesibukan saya berpartisipasi memberikan pendidikan HAM di masyarakat di masa kampanye pilpres tersebut, saya memperoleh undangan dari sebuah organisasi gereja. Lembaga ini aktif melakukan pendampingan rohani di Lapas Nusa Kambangan (NK). Melalui undangan gereja ini, saya jadi berkesempatan bertemu dengan sejumlah narapidana dari kasus teroris, korban kasus rekayasa yang dipidana hukuman mati. Antara lain saya bertemu dengan John Refra alias John Kei, juga Freddy Budiman, terpidana mati kasus Narkoba. Kemudian saya juga sempat bertemu Rodrigo Gularte, narapidana WN Brasil yang dieksekusi pada gelombang kedua (April 2015).

Kamis, 28 Juli 2016

Surat dari BJ Habibie kepada Penguasa

Surat dikirim ke istana negara pada Rabu, 27 Juli 2016. Sesuai konfirmasi, surat tersebut telah diterima pada Jum'at, 29 Juli 2016.


Bacharuddin Jusuf Habibie

Kepada Yth
Bapak Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
di Jakarta

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada Bapak Joko Widodo dalam menunaikan tugas dan amanah bangsa Indonesia.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Bapak Presiden yang Terhormat,

Saya memahami bahwa dalam beberapa hari lagi, eksekusi beberapa tahanan yang telah divonis hukuman mati akan dilaksanakan.

Dari laporan para advokat dan lembaga swadaya masyarakat yang telah mempelajari kasus-kasus hukuman mati tersebut, warga negara Pakistan Zulfikar Ali ternyata tidak bersalah.

Saya menghimbau kepada Bapak Presiden untuk meninjau/mempertimbangkan kembali keputusan eksekusi tersebut di atas.

Pada kesempatan ini saya pula ingin menyarankan kepada Bapak Presiden untuk mempertimbangkan kembali penetapan kebijakan moratorium pada hukuman mati.

Lebih dari 140 negara di dunia sudah menetapkan kebijakan moratorium dan/atau menghapuskan hukuman mati. Saya memahami betul tantangan penyalahgunaan narkoba di negara kita.

Apakah hukuman mati akan mengurangi peredaran dan penggunaan ilegal narkoba?

Ternyata sangat mungkin memerangi narkoba tanpa penetapan hukuman mati, seperti yang telah dilakukan oleh Swedia dan beberapa negara lainnya.

Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak Presiden, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam hormat,

Bacharuddin Jusuf Habibie

Rabu, 20 April 2016

Buah Reformasi: Tongkat Komando Pasha Ungu


Hehehe.. Salah satu buah dari pohon reformasi. Banyak petruk menjadi badut. Badut suka tidur di ruang sidang, itu lain cerita. Yang ini badut suka bergaya yang membuat tertawa. Peace! :-) Yihaa!

Kamis, 24 Maret 2016

Surat Buat Rio Haryanto - Pembalap F1 Grand Prix

Surat ini saya temukan di medsos fesbuk. Saya salin ke laman ini tanpa disunting sama sekali selain perbaikan pemisahan kata depan dan hurup kapital menurut tata bahasa Indonesia. Dibaca ya, Rio. Hehehe... :-) Yihaa!



Buat Rio Haryanto - Pembalap F1

Apakabar, Rio?

Masih di Merbourne-nya kau?

Ini Bang Pesal yang poto-poto di kantor sama kau bulan lalu.

Senin, 21 Maret 2016

Russian plane crash: 62 dead in Boeing 737 FlyDubai crash in southern Russia

The United Arab Emirates based budget carrier has confirmed all 62 people on board the plane perished after the Boeing 737-800 went down close to the city's airport in the early hours of Saturday morning, plummeting 3,000 feet in just 15 seconds.
Flydubai flight FZ981 had travelled from Dubai in the UAE to Rostov-on-Don, with 55 passengers and seven crew members aboard. Eighteen men, 33 women and four children were travelling on the plane, the airline confirmed.
Flydubai flight FZ981 has crashed in the southern Russian city of Rostov-on-Don killing all 62 passengers and crew on board. The flight was en route from Dubai and crashed during its second landing approach amid poor weather conditions.
Air-traffic control and local emergency services confirmed that the Boeing 737-800 jet crashed near the runway during a second approach in conditions of poor visibility.
"According to preliminary data, the Boeing 738 crashed in poor visibility conditions, some 50-100 meters left of the runway," the source said.
A video recorded at the crash site reveals the Boeing-737-800 disintegrated on impact. Tiny pieces of the aircraft are scattered over a large part of the runway at Rostov-on-Don's airport.
An eyewitness, Arina Kozlova, who was driving near Rostov-on-Don Airport at the time of the crash, said the blaze from the explosion was so bright it was like having dawn in the middle of the night.
CCTV camera footage posted on YouTube claims to have captured the moment of the explosion as the aircraft impacted the ground. However, its authenticity could not be immediately verified.


Kamis, 04 Februari 2016

Lagu Kebangsaan Afghanistan

video


سرو ملید

این عزت هر افغان است
میهن صلح، جایگاه شمشیر
هر فرزندش قهرمان است

Jumat, 29 Januari 2016

Indonesia: Revolusi atau Tenggelam!

Edisi ke-3: 29 Januari 2016


SUB JUDUL:

1. Pengantar.
2. Revolusi Indonesia.
3. Mengapa Harus Revolusi?
4. Pro Kontra Revolusi di Indonesia.
5. Demokrasi Semu Akibat UUD Amandemen Keempat.
6. Pemilu status quo yang akan selalu sia-sia!
7. Koreksi Atas Peristiwa Aksi 1998.
8. Sekilas tentang mafia korupsi dan kolusi di Indonesia
9. Skenario Revolusi:
        - Dekrit Rakyat Kembali ke UUD 1945 (yang asli).
        - Pernyataan Rakyat untuk Setia pada Landasan Ideologi Pancasila
        - Pembentukan MPRS sebagai Penjelmaan Kedaulatan Rakyat.
        - Sidang MPRS untuk Menetapkan Presidium Nasional.
        - Presidium bersama MPRS membentuk Kelengkapan Kenegaraan.
        - Sidang MPRS Menetapkan Komisi Amandemen UUD 1945.
        - Presidium Nasional Mengangkat Panglima ABRI (sesuai pasal 10 UUD 1945).
        - Sidang Presidium Nasional untuk membentuk Kabinet Kementerian Sementara.
        - Rekonsiliasi Nasional
        - Presidium Nasional bersama MPRS menetapkan jadwal pemilu.
10. Ucapan Terima Kasih



1. Pengantar

Tulisan ringkas ini sama sekali tidak membahas teori revolusi atau definisi revolusi dalam arti luas yang sering tidak dimengerti oleh orang kebanyakan atau masyarakat awam. Biarkan saja para intelektual sungguhan atau yang sekadar mangaku sebagai pakar  yang membahas teori revolusi itu di laboratorium politik mereka. Juga mari kita merelakan diri untuk cukup menjadi penonton para praktisi yang berdebat di forum terbuka tentang penting atau tidaknya revolusi, baik secara langsung maupun melalui media audio-visual.
|
Revolusi yang dimaksud dalam tulisan sederhana ini tidak lain adalah revolusi ketatanegaraan. Revolusi adalah sebuah perubahan cepat dan fundamental terhadap tatanan ketatanegaraan yang telah usang dan terbukti tidak bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
|
Dengan begitu, revolusi bermaksud mengubah tatanan yang telah lama berlaku dengan tatanan yang baru. Singkatnya, kalimat subtantif dalam revolusi adalah "GANTI REJIM-GANTI SISTEM".
|
Revolusi dengan GANTI REJIM-GANTI SISTEM harus dilakukan secara bersamaan. Revolusi dengan mengganti rejim tanpa mengganti sistem adalah sia-sia belaka. Siapa pun rejim penguasa, tidak mungkin bisa mewujudkan keinginan rakyat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik bila sistem yang digunakan masih sistem lama yang telah terbukti gagal pada masa sebelumnya. Sebaliknya, revolusi untuk mengganti sistem sangat mustahil terwujud bila tanpa mengganti rejim. Sebuah rejim STATUS QUO tidak mungkin akan rela mengganti sistem yang telah melanggengkan kekuasaan mereka.

Senin, 18 Januari 2016

Lagu Kebangsaan Maladewa



Salah satu negara kepulauan kecil yang memiliki pemandangan bawah laut sangat indah di kawasan Asia, terletak di tengah Samudera Hindia.

Sabtu, 16 Januari 2016

Lagu Kebangsaan Uni Emirat Arab


video


Inilah salah satu lagu kebangsaan yang cukup indah."Ishy Bilady"(عيشي بلادي, Hiduplah Negaraku). Dalam tempo sedang dan iramanya penuh semangat. Lagu ini diciptakan oleh Sa'ad Abdel Wahab dan ditetapkan sebagai lagu kebangsaan pada 1971.

Popular Posts